MENARA IBU –* Kehadiran *Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah* menjadi penanda penting transformasi gerakan Persyarikatan dalam merespons perubahan zaman. Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad dikenal kuat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, kini memperluas kontribusinya melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai ruang baru pemberdayaan masyarakat dan pembangunan peradaban.
Pembentukan LPEK PP Muhammadiyah merupakan bagian dari penguatan Unsur Pembantu Pimpinan PP Muhammadiyah periode 2022–2027. Kehadiran lembaga ini bukan semata-mata sebagai respons terhadap pertumbuhan industri pariwisata nasional, tetapi juga sebagai langkah strategis menghadirkan konsep *pariwisata yang bernilai, beretika, edukatif, dan membawa misi Islam Berkemajuan*.
Pariwisata dalam perspektif Muhammadiyah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas perjalanan dan konsumsi ekonomi, tetapi sebagai medium pembelajaran, penguatan budaya, pemberdayaan ekonomi umat, serta sarana memperkenalkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat luas.
*Dari Majelis Ekonomi hingga Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif*
Perjalanan kelembagaan bidang pariwisata di Muhammadiyah memiliki sejarah penting. Pada *Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta tahun 2022*, istilah pariwisata mulai masuk secara resmi dalam struktur PP Muhammadiyah melalui pembentukan *Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata*.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Persyarikatan melihat pariwisata sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi kreatif, kewirausahaan, budaya, teknologi, dan pembangunan masyarakat.
Gagasan penguatan bidang pariwisata kemudian berkembang pada tahun 2024 melalui pemikiran *Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.* agar bidang pariwisata memperoleh ruang kelembagaan yang lebih fokus dan mandiri. Gagasan tersebut akhirnya diwujudkan melalui *SK PP Muhammadiyah Nomor 468/KEP/I.0/B/2025* tentang pembentukan *Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PP Muhammadiyah*.
Transformasi tersebut menjadikan struktur sebelumnya berkembang menjadi dua kekuatan strategis, yaitu *Majelis Ekonomi dan Bisnis* serta *Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif*, yang masing-masing memiliki fokus pengembangan sesuai bidangnya.
*Membangun Ekosistem Pariwisata Muhammadiyah*
Berdasarkan mandat kelembagaan melalui *Peraturan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1 Tahun 2025*, LPEK memiliki tugas strategis dalam merumuskan kebijakan, memperluas jejaring, melakukan pembinaan, serta mengoordinasikan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di lingkungan Persyarikatan.
Ruang lingkup LPEK sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai destinasi wisata, tetapi juga mencakup:
* pengembangan produk wisata dan event;
* pemasaran dan promosi destinasi;
* industri hotel, restoran, transportasi, dan MICE;
* wisata halal;
* UMKM kreatif;
* fesyen;
* seni pertunjukan;
* film;
* fotografi;
* animasi;
* desain komunikasi visual;
* permainan digital;
* ekonomi digital;
* pendidikan dan pelatihan pariwisata.
Dengan cakupan tersebut, LPEK memiliki peluang besar menjadi simpul penghubung antara *amal usaha Muhammadiyah, perguruan tinggi, komunitas kreatif, pelaku industri, dan pemerintah*.
*Wisata Ziarah dan Napak Tilas: Dakwah Melalui Pengalaman*
Salah satu mandat penting yang diberikan kepada LPEK adalah mengembangkan *wisata ziarah dan napak tilas sejarah Muhammadiyah*.
Konsep ini memiliki nilai strategis karena perjalanan sejarah tokoh dan gerakan Muhammadiyah dapat dikemas menjadi pengalaman edukatif yang menghubungkan generasi muda dengan nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat pembaruan.
Wisata sejarah bukan hanya mengunjungi tempat, tetapi menghadirkan narasi. Dari perjalanan KH Ahmad Dahlan, tokoh-tokoh Persyarikatan, hingga perkembangan amal usaha Muhammadiyah di berbagai daerah, semuanya dapat menjadi bagian dari ekosistem wisata berbasis pengetahuan dan inspirasi.
Inilah bentuk dakwah kultural yang relevan dengan generasi masa kini.
*Menuju Muktamar Muhammadiyah ke-49: Momentum Konsolidasi Ekosistem*
Mandat strategis lainnya adalah mempersiapkan ekosistem pariwisata Muhammadiyah dalam rangka mendukung penyelenggaraan *Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Medan tahun 2027*.
Momentum tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan layanan wisata, akomodasi, transportasi, produk ekonomi kreatif, serta paket perjalanan yang memperkuat pengalaman peserta7 Muktamar dari seluruh Indonesia.
Lebih jauh, agenda ini dapat menjadi laboratorium pengembangan model *pariwisata berbasis komunitas dan organisasi*, di mana Muhammadiyah mampu menunjukkan bagaimana sebuah gerakan sosial dapat mengelola sektor pariwisata secara profesional, modern, dan berkelanjutan.
*Dari Pusat ke Daerah: Membangun Jejaring Pariwisata Berkemajuan*
Dorongan Prof. Dr.6 Muhadjir Effendy agar LPEK dapat terbentuk di sedikitnya sepuluh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang memiliki potensi pariwisata merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem nasional.
Pembentukan LPEK PWM Daerah Istimewa Yogyakarta pada Juli 2026 menjadi contoh awal bagaimana potensi daerah dapat dikembangkan melalui pendekatan kelembagaan.
Ke depan, setiap wilayah Muhammadiyah memiliki peluang menghadirkan keunggulan masing-masing: wisata sejarah, wisata budaya, wisata alam, desa kreatif, ekonomi kuliner, hingga industri kreatif digital.
*Menatap Masa Depan: Muhammadiyah dan Industri Kreatif Indonesia*
Lahirnya LPEK PP Muhammadiyah menunjukkan bahwa dakwah abad ke-21 membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Dakwah tidak hanya berlangsung melalui mimbar, sekolah, rumah sakit, dan lembaga sosial, tetapi juga melalui kreativitas, inovasi, teknologi, dan pengalaman wisata.
Dengan kekuatan jaringan Persyarikatan yang tersebar di seluruh Indonesia, LPEK memiliki potensi menjadi penggerak lahirnya *ekosistem pariwisata Muhammadiyah yang berkemajuan*.
Sebuah ekosistem yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun manusia, menjaga budaya, memperkuat identitas bangsa, serta menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.
*Tim Redaksi Menara IBU*
*Dari Desa Kreatif Indonesia Menuju Dunia*

Posting Komentar