Komunitas Kajian Jumat Barokah Aisyiyah Pasar Kemis Antusias Ikuti Simulasi Website dan Aplikasi Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan

 


Komunitas Kajian Jumat Barokah Aisyiyah Pasar Kemis Antusias Ikuti Simulasi Website dan Aplikasi Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan



Pasar Kemis, Tangerang — Kegiatan sosialisasi dan simulasi penggunaan website serta aplikasi Program Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan mendapat sambutan hangat dari Komunitas Kajian Jumar Barokah Aisyiyah Pasar Kemis yang berlangsung di Masjid Al-Mujaddid, Jumat 3 Juli 2026.

Acara ini menjadi momentum penguatan literasi digital berbasis dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat, khususnya dalam pengelolaan platform digital yang mendukung gerakan Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah tokoh, di antaranya Dr. Zalzulifa, M.Pd selaku Pembina Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, serta Dr. Erik Syehabuddin yang mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pinang sekaligus Direktur PT Pandu Citra Kreasi.

Turut hadir pula perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bencongan, Yayan dan Ade, yang dikenal sebagai pelaku usaha seafood lokal, serta pelaku UMKM seperti Ibu Reny, pengusaha minuman Pop Ice. Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur ibu-ibu Aisyiyah yang aktif dalam kegiatan sosial dan ekonomi berbasis komunitas.


Antusiasme Ibu-Ibu Aisyiyah dalam Digitalisasi Program

Dalam sesi simulasi, peserta diperkenalkan pada cara mengakses, mengelola, dan memanfaatkan platform digital Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan, termasuk potensi pengembangan etalase digital untuk promosi produk UMKM melalui gerai KafePandu.

Para peserta, khususnya ibu-ibu Aisyiyah, menyambut positif rencana pemanfaatan ruang digital dan etalase promosi yang dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru berbasis komunitas masjid.

Penguatan Peran Aisyiyah dan Hizbul Wathan

Dalam arahannya, Ketua Aisyiah Pasar Kemis yang kerap dipanggil Bunda Dedeh disampaikan pula pentingnya pelibatan aktif Aisyiyah serta Hizbul Wathan dalam pengelolaan dan pengembangan program Napak Tilas.

Pengelolaan website program juga direncanakan untuk diberikan kepercayaan kepada Aisyiyah Pasar Kemis sebagai bentuk pemberdayaan organisasi berbasis komunitas. Untuk role model dalam waktu dekat ibu Atun, sebagai figur wanita pengusaha Aisyiah akan mengajak semua pelaku usaha untuk mendata jenis dan sgera akan dipajang pada platform market places napak tilas.

Selain itu, program ini akan diperluas melalui koordinasi dengan berbagai struktur Muhammadiyah, termasuk PRM, PCM, PDM, hingga PWM, guna memperkuat ekosistem dakwah digital dan ekonomi umat.

Masjid sebagai Pusat Literasi dan Ekonomi Umat

Berbekal pengalaman Aisyiah Pasar Kemis dengan pusat koordinasi mesjid sukses bangun sekolah Hw di Baduy (2007), kedepan Masjid Al-Mujaddid direncanakan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga pusat informasi, promosi, dan edukasi program Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan.

Alternatif pengembangan juga mencakup pemanfaatan ruang kios ruko klinik atau integrasi dengan pusat aktivitas KafePandu sebagai ruang inkubasi ekonomi jamaah.

Penegasan Komitmen Kemandirian Program

Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa program ini dibangun secara mandiri dengan dukungan pembiayaan riset dosen dan kolaborasi komunitas, dengan orientasi utama pada kemandirian gerakan serta pemberdayaan ekonomi umat.

Dr. Zalzulifa, M.Pd, dosen homebase Polimedia serta rektor Universitas Pramita Indonesia dan direktur Lembaga Kajian Pusat Inovasi Inkubator Bisnis dan Usaha (LKPI-IBU) Farinkraf UMT yang oleh Masyarakat Grafika Indonesia dianugrahi sebagai akademisi penggerak industri kreatif nasional mengingatkan agar penguatan jejaring juga harus dilakukan melalui koordinasi Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PWM Banten dengan Kwartir Pusat Hizbul Wathan serta Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan (LPAREKRAF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tautan Akses Program

Informasi lebih lanjut mengenai program Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan dapat diakses melalui:
Program Napak Tilas

Penutup

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi digital dakwah dan ekonomi umat berbasis komunitas, sekaligus memperkuat peran perempuan Muhammadiyah dalam pengelolaan program-program strategis berbasis teknologi.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama